Kendati raga sudah layak berkeliaran
Toko, kantor, swalayan pun kembali membentangkan tikarnya
Seakan kehidupan baru tengah dimulai
Namun, bagi yang lemah
Pahit getir kehidupan telah tiba
Era manual bertransformasi menjadi digitalisasi
Belajar dan beragam diskusi semua ada di ujung jari
Para korban PHK hanya bisa duduk termangut memutar otak
Akhirnya terjebak dalam dua pilihan
Antara perut dan pendidikan
Pontang-panting sana sini
Menyusuri setiap jemari sukma kehidupan
Ditambah lagi naik pangkat jadi tenaga pengajar
Dipaksa agar tidak turun tangga
Atau tidak, impian yang telah terbingkai rapi dengan harapan
Mau tidak mau harus dilepas bersama kenangan
Anak Negeri….
Hari ini mungkin bukan harimu
Tapi percalayah, Tuhan adalah sutradara terbaik
Bagi mereka yang berusaha menuju baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar