Tenang, tak hanya kamu. Saya juga pernah diuji. Bahkan tiada satu orang pun yang selalu bahagia tanpa hadirnya air mata. Seringkali ujian yang datang pada kita bukan berarti Allah bermaksud menganiaya hamba-Nya. Namun sebaliknya, ujian tersebut merupakan wujud kasih sayang Allah yang dari-Nya kita bisa belajar dan mengambil hikmah.
Sedikit
cerita, Qadarullah saya pernah diuji oleh Allah dengan tidak lolosnya
saya pada SNMPTN. Sempat kecewa dengan diri sendiri karena merasa gagal memenuhi
keinginan orang tua. Namun, di tengah keterpurukan yang saya alami, saya
mencoba bangkit dengan mendaftar SBMPTN.
Berada
dalam keterbatasan ekonomi membuat saya sadar bahwa apa yang saya inginkan
harus dengan usaha sendiri. Untuk itu, saya hanya belajar otodidak dengan
mengandalkan Allah di setiap langkah saya. Singkat cerita, Alhamdulillah saya
lolos SBMPTN di kampus favorit pilihan orang tua sekaligus di tahun tersebut
saya terpilih sebagai awardee di salah satu program beasiswa.
Di
balik kisah ini, saya pun akhirnya tersadar bahwa Allah tidak pernah keliru
untuk memilih pundak siapa yang akan diuji. Allah tahu betul kapasitas setiap
hamba-Nya hingga ketika kita diberi ujian, kita pun mampu melewatinya. Lantas,
mengapa kamu menyerah sedang Allah sendiri percaya kamu bisa menghadapi
ujian-Nya?
Satu
prinsip yang masih saya pegang hingga saat ini adalah ketika kamu diberi ujian,
hadapi saja. Karena seiring berjalannya waktu ujian tersebut akan berlalu dan
membuatmu lebih kuat menghadapi ujian berikutnya.
Terlepas
dari itu, saya pun mengerti bahwa setiap manusia memiliki caranya masing-masing
dalam menghadapi ujian. Ada yang memilih untuk bersabar, namun tak bisa pula
dipungkiri jikalau ada yang hanya meratapi nasib hingga ingin menyerah.
Pada
hakikatnya, semua kembali lagi pada diri kita. Sabar memang sulit dilakukan. Namun
bukan berarti menyerah adalah jawabannya. Jika ujianmu terasa berat, maka
mungkin syukurmu masih kurang.
“29
hari Allah beri nikmat, 1 hari Allah beri ujian dan kamu mengeluh seakan-akan
tak bahagia. Dimana Alhamdulillah itu kamu sembunyikan?”
Terkadang
kita mudah menyerah karena seringkali nikmat orang lain menjadi tolak ukurnya.
Padahal kita tak pernah tahu ujian apa saja yang datang padanya dan bagaimana
dia mengatasinya. Kita terlalu terobesi pada kebahagiaan orang lain saat
dirundung masalah, sedang di luar sana masih banyak bahkan lebih sulit masalahnya
dibanding kita.
Untukmu
yang sedang menghadapi hari-hari yang berat, ga papa karena itu bukan akhir
dunia. Tanpa kamu ketahui, kamu sebenarnya lebih kuat daripada yang kamu pikir
dan lebih berani daripada yang kamu pikir. Jadi, jangan biarkan besarnya masalah
yang datang hari ini merusak kebahagianmu.
“Ujian
bisa saja membuat kita teringat pada situasi dimana kita berada, namun bukan
berarti memengaruhi arah langkah kita ke depannya.”
Saya
memang tidak tahu bagaimana beratnya ujian yang sedang kamu hadapi. Namun, satu
yang perlu kamu tahu bahwa kita semua pernah diuji.

