Kamis, 10 Maret 2022

Kita Semua Diuji

 Tenang, tak hanya kamu. Saya juga pernah diuji. Bahkan tiada satu orang pun yang selalu bahagia tanpa hadirnya air mata. Seringkali ujian yang datang pada kita bukan berarti Allah bermaksud menganiaya hamba-Nya. Namun sebaliknya, ujian tersebut merupakan wujud kasih sayang Allah yang dari-Nya kita bisa belajar dan mengambil hikmah.

Sedikit cerita, Qadarullah saya pernah diuji oleh Allah dengan tidak lolosnya saya pada SNMPTN. Sempat kecewa dengan diri sendiri karena merasa gagal memenuhi keinginan orang tua. Namun, di tengah keterpurukan yang saya alami, saya mencoba bangkit dengan mendaftar SBMPTN.

Berada dalam keterbatasan ekonomi membuat saya sadar bahwa apa yang saya inginkan harus dengan usaha sendiri. Untuk itu, saya hanya belajar otodidak dengan mengandalkan Allah di setiap langkah saya. Singkat cerita, Alhamdulillah saya lolos SBMPTN di kampus favorit pilihan orang tua sekaligus di tahun tersebut saya terpilih sebagai awardee di salah satu program beasiswa.

Di balik kisah ini, saya pun akhirnya tersadar bahwa Allah tidak pernah keliru untuk memilih pundak siapa yang akan diuji. Allah tahu betul kapasitas setiap hamba-Nya hingga ketika kita diberi ujian, kita pun mampu melewatinya. Lantas, mengapa kamu menyerah sedang Allah sendiri percaya kamu bisa menghadapi ujian-Nya?

Satu prinsip yang masih saya pegang hingga saat ini adalah ketika kamu diberi ujian, hadapi saja. Karena seiring berjalannya waktu ujian tersebut akan berlalu dan membuatmu lebih kuat menghadapi ujian berikutnya.

Terlepas dari itu, saya pun mengerti bahwa setiap manusia memiliki caranya masing-masing dalam menghadapi ujian. Ada yang memilih untuk bersabar, namun tak bisa pula dipungkiri jikalau ada yang hanya meratapi nasib hingga ingin menyerah.

Pada hakikatnya, semua kembali lagi pada diri kita. Sabar memang sulit dilakukan. Namun bukan berarti menyerah adalah jawabannya. Jika ujianmu terasa berat, maka mungkin syukurmu masih kurang.

“29 hari Allah beri nikmat, 1 hari Allah beri ujian dan kamu mengeluh seakan-akan tak bahagia. Dimana Alhamdulillah itu kamu sembunyikan?”

Terkadang kita mudah menyerah karena seringkali nikmat orang lain menjadi tolak ukurnya. Padahal kita tak pernah tahu ujian apa saja yang datang padanya dan bagaimana dia mengatasinya. Kita terlalu terobesi pada kebahagiaan orang lain saat dirundung masalah, sedang di luar sana masih banyak bahkan lebih sulit masalahnya dibanding kita.

Untukmu yang sedang menghadapi hari-hari yang berat, ga papa karena itu bukan akhir dunia. Tanpa kamu ketahui, kamu sebenarnya lebih kuat daripada yang kamu pikir dan lebih berani daripada yang kamu pikir. Jadi, jangan biarkan besarnya masalah yang datang hari ini merusak kebahagianmu.

“Ujian bisa saja membuat kita teringat pada situasi dimana kita berada, namun bukan berarti memengaruhi arah langkah kita ke depannya.”

Saya memang tidak tahu bagaimana beratnya ujian yang sedang kamu hadapi. Namun, satu yang perlu kamu tahu bahwa kita semua pernah diuji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kita Semua Diuji

  Tenang, tak hanya kamu. Saya juga pernah diuji. Bahkan tiada satu orang pun yang selalu bahagia tanpa hadirnya air mata. Seringkali ujian ...