Kamis, 10 Maret 2022

Di Balik Jiwa yang Tenang

            Setiap manusia tentu pernah berada pada titik terendah. Apakah itu putus cinta, dijauhi oleh teman, broken home, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, menjadi pribadi yang tenang dalam menghadapinya merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan. Meski demikian, bukan berarti mustahil bagi kita untuk bisa melakukannya.

Terkadang kesulitan dan permasalahan hidup yang datang membuat kita jauh dari ketenangan. Padahal ketika kita mampu menciptakan jiwa yang tenang, maka kondisi tubuh, lisan, dan pikiran akan berada pada jalur yang tepat sehingga sesulit dan separah apapun keadaan yang kita alami akan bisa terlewati dengan mudah.

Lantas, apa yang kemudian menjadi tips di balik jiwa yang tenang? Jawabannya sangatlah mudah diucapkan namun cukup sukar dilakukan, yakni ikhlas. Bagi sebagian besar orang mungkin sudah risih mendengar kata ini ketika sedang sedih, kecewa, ataupun gelisah. Namun, mau bagaimana lagi. Ikhlas adalah salah satu bahkan satu-satunya jalan yang harus ditempuh dalam melawan situasi yang tidak diinginkan.

            Jika masih sulit melakukannya, ingatlah nasihat dari guru kita, Ali Bin Abi Thalib. Beliau pernah berkata, “Yakinlah, ada sesuatu yang menantimu selepas banyak kesabaran (yang kau jalani), yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit.”

Jalan hidup kita boleh berubah, berjalan dari satu titik ke titik yang lain, berganti dari masa silam ke masa selanjutnya. Namun, satu hal yang seharusnya tidak boleh berubah pada diri kita, yakni jiwa yang senantiasa tenang di berbagai episode kehidupan.

Untukmu yang sedang dirundung masalah, aku paham ini tidak mudah. Namun, bukan menjadi penghambat kamu untuk segera bangkit karena hidupmu jauh lebih berharga untuk itu. Percayalah bahwa Allah adalah skenario terbaik bagi mereka yang berusaha melawan kesulitan dengan jiwa yang tenang, jiwa yang senantiasa ikhlas menerima segala ketetapan-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kita Semua Diuji

  Tenang, tak hanya kamu. Saya juga pernah diuji. Bahkan tiada satu orang pun yang selalu bahagia tanpa hadirnya air mata. Seringkali ujian ...